blograme

Music My Inspiration :)

HUBUNGAN INTERPERSONAL

A. Pengertian Hubungan Interpersonal

Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content melainkan juga menentukan relationship. Ketika akan menjalin hubungan interpersonal, akan terdapat suatu proses dan biasanya dimulai dengan “ Ketertarikan interpersonal (Interpersonal Attraction) ”. Menurut Baron dan Byrne (2006), Interpersonal Attraction adlah penilaian seseorang terhadap sikap orang lain, dimana penilaian ini dapat diekspresikan melalui suatu dimensi, dari strong liking sampai dengan strong dislike.

 

B. Faktor-faktor Hubungan Interpersonal

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Ketertarikan interpersonal :

  1. Faktor Internal. Faktor internal yang mempengaruhi dari dalam diri, yang meliputi kebutuhan untuk berinteraksi dan pengaruh perasaan.
  2. Fasktor eksternal. Faktor eksternal yang mempengaruhi dimulainya suatu hubungan interpersonal adalah kedekatan ( proximity ) dan daya tarik fisik.
  3. Faktor Interaksi. Pada faktor interaksi, terdapat dua hal yang harus diperhatikan yaitu persamaan-perbedaan (similarity- dissilarity) dan perasaan yang dikembalikan (reciprocal liking) Miller & Perlmen( 2009) mengemukakan bahwa sangat menyenangkan ketika menemukan orang yang mirip dengan diri kita dan saling berbagi asal usul, minat dan pengalaman yang sama.

 

C. Teori atau Model Hubungan Interpersonal

Dalam hubungan interpersonal terdapat beberapa teori atau model, yaitu :

  1. Teori pertukaran sosial. Teori ini memandang bahwa pola hubungan interpersonal menyerupai transaksi dagang. Hubungan antara manusia (interpersonal) itu berlangsung mengikuti kaidah transaksional, yaitu apakah memperoleh keuntungan dalam sebuah transaksi atau justru mengalami kerugian. Dengan demikian, orang berniat untuk menjalin hubungan dengan orang lain karena dilandasi oleh adanya keinginan untuk mendapat keuntungan.
  2. Teori Peranan. Peranan merupakan aspek dinamis dari suatu status (kedudukan). Peranan adalah tingkah laku yang diharapkan dari orang yang memiliki kedudukan atau status, antara kedudukan dan peranan tidak dapat dipisahkan. Tuntutan peranan adalah desakan keadaan yang memaksa individu memainkan peranan tertentu yang sebenarnya tidak diharapkan dalam hubungan interpersonal, kadang-kadang seseorang dipaksa memainkan peranan teretntu, meskipun peran itu tidak diharapkan. Apabila tuntutan peran tersebut dapat dilaksanakan, hubungan interpersonal masih terjaga. Konflik peranan terjadi ketika individu tidak sangggup mempertemukan berbagai tututan peranan yang kontradiktif.
  3. Teori Penetrasi Sosial. Hal yang pokok dalam penetral sosial adalah penyikapan diri (self disclosure) timbal balik, dimana setiap orang harus mengungkapkan dirinya pada orang yang disekitarnya sedikit demi sedikit. Pada awal hubungan terdapat suatu norma respon yang kuat yaitu pada saat orang sudah mulai membuka hal-hal mengenai dirinya, lingkunagannya dengan sendirinya akan melakukan hal yang sama. Dengan cara ini kepercayaan akan terbentuk.

 

D. Tahap Hubungan Interpersonal

Adapun tahap-tahap untuk menjalin hubungan interpersonal, yaitu:

  1. Pembentukan. Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan, beberapa peneliti telah menemukan hal-hal menarik dari proses perkenalan. Pada tahap ini informasi yang dicari meliputi data demografis, usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga dan sebagainya.
  2. Peneguhan Hubungan. Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah. Untuk memelihara dan memperteguh hubungan interpersonal, diperlukan tindakan-tindakan tertentu untuk mengembalikan keseimbangan. Ada empat faktor penting dalam memelihara keseimbangan ini, yaitu: keakraban, kontrol, respon yang tepat, dan nada emosional yang tepat.
  3. Pemutus Hubungan. Menurut R.D. Nye dalam bukunya yang berjudul Conflict Among Humans, setidaknya ada lima sumber konflik yang dapat menyebabkan pemutusan hubungan, yaitu :
  • Kompetisi, dimana salah satu pihak berusaha memperoleh sesuatu dengan mengorbankan orang lain.
  • Dominasi, dimana salah satu pihak berusaha mengendalikan pihak lain sehingga orang tersebut merasakan hak-haknya dilanggar.
  • Kegagalan, dimana masing-masing berusaha menyalahkan yang lain apabila tujuan bersama tidak tercapai.
  • Provokasi, dimana salah satu pihak terus-menerus berbuat sesuatu yang ia ketahui menyinggung perasaan yang lain.
  • Perbedaan nilai, dimana kedua pihak tidak sepakat tentang nilai-nilai yang mereka anut.

 

Sumber :

http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/hubungan-interpersonal.htm

http://www.psychologymania.com/2013/04/teori-hubungan-interpersonal.html

http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/07/hubungan-interpersonal.pdf

Juni 9, 2013 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: