blograme

Music My Inspiration :)

Teori Kepribadian Sehat Menurut Para Tokoh

A. Ciri-ciri Kepribadian Yang Matang Menurut Gordon Allport

Teori Allport tentang dorongan kepribadian yang sehat memasukan juga “prinsip penguasaan dan kemampuan” (principle of mastery and competence) yang berpendapat bahwa orang-orang yang matang dan sehat tidak cukup puas dengan melaksanakan dan mencapai tingkat yang sedang dan hanya memadai. mereka didorong melakukan sedapat mungkin, untuk mencapai tingkat penguasaan dan kemampuan yang tinggi dalam usaha memuaskan motif-motif mereka. Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam teori Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat ke depan, tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan teori-teori yang dikemukakan oleh Freud.

 

  • Ciri-Ciri Kepribadian yang Matang Menurut Allport

 

Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkah laku menurut prinsip otonomi fungsional. Kualitas Kepribadian yang matang menurut allport sebagai berikut:

  1. Ekstensi sense of self : Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas, Kemampuan diri dan minat-minatnya dengan orang lain beserta minat mereka, dan Kemampuan merencanakan masa depan (harapan dan rencana).
  2. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain : Kapasitas intimacy (hubungan kasih dengan keluarga dan teman) dan compassion (pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai dengan setiap orang).
  3. Penerimaan diri : Kemampuan untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal : mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan proporsional.
  4. Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan : Kemampuan memandang orang lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam penyelesaian masalah, memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih, mengatasi pelbagai persoalan tanpa panik, mengasihani diri, atau tingkah laku lain yang merusak.
  5. Objektifikasi diri (insight dan humor) : Kemampuan diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.
  6. Filsafat Hidup : Ada latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan dan arti. Contohnya lewat agama.

 

  • “DIRI” dari orang yang sehat

 

Konsep “diri” (self) merupakan suatu bagian yang penting dalam kepribadian yang sehat. berikut ini adalah sifat dan fungsinya.

Proprium adalah enunjuk pada sesuatu yang dimiliki seseorang atau unik bagi seseorang. itu brarti proprium terdiri dari hal atau proses-proses yang penting & bersifat pribadi bagi individu. segi-segi yang menentukan seseorang unik.

perkembangan proprium kemunculan proprium merupakan prasyarat pribadi yang sehat. merupakan perkembangan proprium secara lebih lanjut, proprium disini dimaksudkan sebagai susunan dari tujuh tingkat “diri” , yaitu :

  1. “Diri” jasmaniah
  2. Identitas diri
  3. Harga diri
  4. Perluasan diri (self extension)
  5. Gambaran diri
  6. Diri sebagai pelaku rasional
  7. Perjuangan proprium (Propriate striving)

 

Sumber :

http://www.psychologymania.com/2010/03/gordon-allport-tokoh-psikologi.html

http://oenshiuli.blogspot.com/2013/03/tulisan-2.html

 

B. Perkembangan Kepribadian Menurut Carl Rogers

Rogers menekankan pandangan bahwa tingkah laku manusia hanya dapat dipahami dari bagaimana dia mamandang realita secara subjektif. Pendekatan ini disebut humanistik, karena sangat menghargai individu sebagai organisme yang potensial. Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang mencapai aktualisasi diri.

 

Konsep pokok dari teori kepribadian Rogers adalah self, sehingga dapat dikatakan self merupakan satu-satunya sruktur kepribadian yang sebenarnya. Self ini dibagi 2 yaitu : Real Self dan Ideal Self. Real Self adalah keadaan diri individu saat ini, sementara Ideal Self adalah keadaan diri individu yang ingin dilihat oleh individu itu sendiri atau apa yang ingin dicapai oleh individu tersebut. Konsep self menggambarkan konsepsi orang tentang dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya.  Konsep self juga menggambarkan pandangan diri dalam kaitannya dengan berbagai perannya dalam kehidupan dan dalam kaitannya dengan hubungan interpersonal.

 

  • Struktur Kepribadian Pandangan dasar terhadap manusia

Manusia adalah rasional, tersosialisasikan dan dapat menentukan nasibnya sendiri. Rogers membentuk teori kepribadian berdasarkan tiga komponen pokok yaitu :

  1. Organisme : Menurut Rogers organisme bereaksi secara menyeluruh terhadap lapangan phenomenal dan reaksi tersebut merupakan upaya untuk kebutuhan dasar, aktualisasi diri, dan sebagai simbol reaksi terhadap pengalaman yang dihadapi.
  2. Lapangan Phenomenal : Lapangan phenomenal adalah keseluruhan pengalaman yang pernah dialami seseorang. Setiap individu dalam kehidupannya secara terus menerus mengalami perubahan pengalaman hidup dimana dia sendiri adalah pusat dari kejadian itu.
  3. Self : Self menggerakkan organisme untuk berinteraksi dengan lingkungannya.

 

  • Perkembangan Kepribadian
  1. Organismic Valuing Process ( OVP) : Pengalaman yang diperoleh seorang bayi saat dia gagal memenuhi kebutuhannya akan memberikan pesepsi tentang nilai-nilai negatif sedangkan pengalaman dimana ia dapat memenuhi kebutuhannya akan memberikan nilai-nilai positif, proses mendapatkan nilai-nilai positif dan negatif itulah yang dinamakan OVP.
  2. Positive Regard From Others (PRO) : Positive Regard From Others adalah kondisi dimana individu memulai menerima nilai-nilai dari orang lain dibandingkan dengan nilai-nilai yang ia miliki, inilah yang akhirnya membentuk evaluasi cara berfikirnya berdasarkan perilaku yang dinilai orang lain.
  3. Self Regard (SRG) : Seorang yang mulai membangun penghargaan untuk dirinya sendiri berdasarkan persepsinya terhadap penghargaan yang ia terima dari orang lain dan mengendalikan perilakunya baik atau buruk karena memperhatikan nilai-nilai yang dimiliki.
  4. Condition Of Worth (COW) : Individu memberikan nilai-nilai positif terhadap pengalaman yang tidak memuaskannya dan dia memberikan nilai-nilai negatif terhadap pengalaman yang memuaskan dirinya.
  5. Kondisi-kondisi agar seseorang mengalami perkembangan normal : Kondisi-kondisi yang membentuk perkembangan kepribadian normal adalah individu secara terus menerus mengalami pengalaman positif berdasarkan penilaian dari orang lain.

 

Sumber :

http://dewilin.blog.com/2010/12/15/teori-kepribadian-carl-rogers/

http://bk-ikippgri-smg.blogspot.com/2012/09/teori-konseling-self-carl-rogers.html

 

C. Hirarki Kebutuhan Individu Menurut Marlow

Menurut konsep Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow, manusia didorong oleh kebutuhan-kebutuhan universal dan dibawa sejak lahir. Kebutuhan ini tersusun dalam tingkatan-tingkatan dari yang terendah sampai tertinggi. Kebutuhan paling rendah dan paling kuat harus dipuaskan terlebih dahulu sebelum muncul kebutuhan tingkat selanjutnya. Kebutuhan paling tertinggi dalam hirarki kebutuhan individu Abraham Maslow adalah aktualisasi diri.

 

Ahli jiwa termashur Abraham Maslow, dalam bukunya Hierarchy of Needs menggunakan istilah aktualisasi diri (self actualization) sebagai kebutuhan dan pencapaian tertinggi seorang manusia. Maslow menemukan bahwa tanpa memandang suku asal-usul seseorang, setiap manusia mengalami tahap-tahap peningkatan kebutuhan atau pencapaian dalam kehidupannya.

 

  • Kebutuhan tersebut meliputi:
  1. Kebutuhan fisiologis (physiological), meliputi kebutuhan akan pangan, pakaia, dan tempat tinggal maupun kebutuhan biologis 
  2. Kebutuhan keamanan dan keselamatan (safety), meliputi kebutuhan akan keamanan kerja, kemerdekaan dari rasa takut ataupun tekanan, keamanan dari kejadian atau lingkungan yang mengancam 
  3. Kebutuhan rasa memiliki, sosial dan kasih sayang (social), meliputi kebutuhan akan persahabatan, berkeluarga, berkelompok, interaksi dan kasih sayang 
  4. Kebutuhan akan penghargaan (esteem), meliputi kebutuhan akan harga diri, status, prestise, respek, dan penghargaan dari pihak lain 
  5. Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization), meliputi kebutuhan akan memenuhi keberadaan diri (self fulfillment) melalui memaksimumkan penggunaaan kemampuan dan potensi diri.

 

Menurut maslow individu dimotivasi oleh kebutuhan yang tidak terpuaskan, meskipun kebutuhan ini terpuaskan karena adanya dorongan dan sifat dasar manusia yang tidak merasa puas maka munculah keinginan baru. Maslow mengelompokkan lima kebutuhan menjadi dua kategori:

  1. Kebutuhan tingkat tinggi (kebutuhan sosial, kepuasan esteem, kebutuhan akan aktualisasi diri).
  2. Kebutuhan tingkat rendah(kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman).

 

Sumber :

http://www.psychologymania.com/2012/12/pengertian-aktualisasi-diri.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi

http://artikel-jurnal-manajemen.blogspot.com/2012/05/teori-hirarki-kebutuhan-maslow.html

 

D. Ciri-ciri Kepribadian Yang Sehat Menurut Erich Fromm

Kepribadian yang sehat menurut Erich Fromm adalah pribadi yang produktif yaitu pribadi yang dapat menggunakan secara penuh potensi dirinya. Kepribadian yang sehat menurut Fromm ditandai beberapa hal antara lain pola hubungan yang sehat (konstruktif), bukan atas dasar ketergantungan ataupun kekuasaan dalam hubungan dengan orang lain, kelompok, dan Tuhan. Karena menurut Erich Fromm, manusia adalah makhluk sosial. Berdasar pada pendapat tersebut, maka salah satu ciri pribadi yang sehat berarti adanya kemampuan untuk hidup dalam masyarakat sosial.

 

  • Menurut Fromm, ada lima watak sosial di dalam masyarakat :
  1. Penerimaan (receptive)
  2. Penimbunan (hoarding)
  3. Penjualan/pemasaran (marketing)
  4. Penghisapan/pemerasan (exploitative)
  5. Produktif (productive)

 

Dari kelima watak sosial ini yang benar-benar tepat dan sehat hanyalah watak produktif karena watak produktif didorong oleh cinta dan akal budi dan dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan pribadi dan masyarakat. Menurut Fromm, normalitas adalah keadaan optimal dari pertumbuhan (kemandirian) dan kebahagiaan (kebersamaan) dari individu.

 

  • Pada dasarnya ada dua cara untuk memperoleh makna dan kebersamaan dalam kehidupan diantaranya :
  1. Mencapai kebebasan positif yakni berusaha menyatu dengan orang lain, tanpa mengorbankan kebebasan dan integritas pribadi. Ini adalah pendekatan optimistik dan altruistik, yang menghubungkan diri dengan orang lain melalui kerja dan cinta, melalui ekspresi perasaan dan kemampuan intelektual yang tulus dan terbuka. Oleh Fromm disebut pendekatan humanistik, yang membuat orang tidak merasa kesepian dan tertekan, karena semua menjadi saudara dari yang lain.
  2. Memperoleh rasa aman denagn meninggalkan kebebasan dan menyerahkan bulat-bulat individualitas dan intehritas diri kepada sesuatu (bisa orang atau lembaga) yang dapat memberi rasa aman.

 

Sumber :

http://pewepujasera.blogspot.com/2011/03/kepribandian-sehat-menurut-erich-fromm.html

Semiun, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius Riyanto, Theo. 2006. Jadikan dirimu bahagia. Yogyakarta: Kanisius

http://www.psychologymania.com/2010/05/erich-fromm-teori-psikologi-sosial.html

April 28, 2013 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: