blograme

Music My Inspiration :)

Pengertian Stress

A. PENGERTIAN STRES

Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain. Tetapi, stress dapat mempunyai dua efek yang berbeda, bisa negatif ataupun positit, tergantung bagaimana kuatnya individu tersebut menghadapi stress atau bagaimana individu tersebut mempersepsikan stress yang sedang dihadapinya.

 

  • Faktor-faktor Individual dan Sosial Yang Menjadi Penyebab Stres
  1. Faktor internal atau individu yang menyebabkan stres antara lain : keluarga, ekonomi, dan kepribadian.
  2. Faktor eksternal antara lain faktor lingkungan dan organisasi. Faktor lingkungan berupa keamanan dan keselamatan dalam lingkungan pekerjaan, perilaku manejer terhadap bawahan, kurangnya kebersamaan dalam lingkungan pekerjaan. Faktor organisasional seperti tuntutan tugas yang berlebihan, tekanan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam kurung waktu tertentu.

 

  • Efek Stres Menurut Hont Sesye

Stres menampakkan diri dengan berbagai cara. Sebagai contoh, seorang individu yang sedang stres berat mungkin mengalami tekanan darah tinggi, seriawan, jadi mudah jengkel, sulit membuat keputusan yang bersifat rutin, kehilangan selera makan, rentan terhadap kecelakaan, dan sebagainya. Akibat stres dapat dikelompokkan dalam tiga kategori umum: gejala fisiologis, gejala psikologis, dan gejala perilaku.

 

B.  TIPE STRES

  1. Tekanan : Kita dapat mengalami tekanan dari dalam maupun luar, ataupun keduanya. Ambisi personal bersumber dari dalam, tapi kadang dikuatkan oleh harapan-harapan dari pihak diluar diri.
  2. Frustasi : Sudah sangat jelas bahwasannya frustasi adalah penyebab seseorang mengalami stress. Ketika seseorang kecewa dengan apa yang dia dapatkan, atau gagal dalam meraih apa yang diinginkan maka banyak kemungkinan, orang itu akan mengalami  frustasi. Frustasi ditandai dengan menurunnya semangat hidup.
  3. Konflik : Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Maka sebab itu, konflik bisa menyebabkan seseorang menjadi stres.
  4. Kecemasan : Kecemasan adalah emosi normal yang dialami seseorang dalam situasi atau suatu keadaan di mana subjek merasa terancam oleh bahaya internal atau eksternal. Oleh karena itu, kecemasan dapat menyebabkan stres.

 

C.  SYMPTOM REDUCING RESPONSES TERHADAP STRES

Mekanisme Pertahanan Diri ( defense mechanism ) yang biasa digunakan individu untuk di jadikan strategi saat mengurangi stress:

  •   Represi
  • Pengalihan
  • Sublimasi
  • Proyeksi
  • Pembentukan Reaksi
  • Introyeksi
  • Regresi

Koping yang digunakan individu secara sadar dan terarah dalam mengatasi sakit atau stressor yang dihadapinya. Metode koping bisa diperoleh dari proses belajar dan beberapa relaksasi. Jika individu menggunaan strategi koping yang efektif dan cocok dengan stressor yang dihadapinya, stressor tersebut tidak akan menimbulkan sakit (disease), tetapi stressor tersebut akan menjadi suatu stimulan yang memberikan wellness dan prestasi.

 

D.  PENDEKATAN PROBLEM SOLVING TERHADAP STRES

Proses mental dan intelektual dalam menemukan masalah dan memecahkan masalah berdasarkan data dan informasi yang akurat, sehingga dapat diambil kesimpulan yang cermat dan akurat. Atau ketika kita mendapatkan masalah dan membuat kita stress, lebih baik kita berdoa dan memohon petunjuk dari yang Maha Kuasa.

 

Strategi coping yang spontan mengatasi stress

Menurut Lazanus, penanganan stress atau coping terdiri dari dua bentuk, yaitu :

  • Problem-Pocused Coping (coping yang berfokus pada masalah) : Penanganan stress atau coping yang digunakan oleh individu yang mengahadapi masalahnya dan berusaha menyelesaikannya.
  • Emotional-Pocused Coping (coping yang berfokus pada emosi) : Penanganan stress dimana individu memberikan respon terhadap situasi stress dengan cara emosional, terutama dengan penilaian defensive.

 

Sumber :

http://www.psychologymania.com/2012/05/pengertian-stress.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Stres

http://www.gulunganpita.com/2011/04/faktor-faktor-penyebab-stress-stressor.html

http://jinggasuci.blogspot.com/2011/04/macam-macam-penyebab-stress.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik

http://kesehatansaya.com/2011/09/19/kegelisahan/

April 28, 2013 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: