blograme

Music My Inspiration :)

MODEL SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

 

  1. Tujuan

Culture Fair Intelligence Test (CFIT) merupakan test psikologi yang mana ia mengukur apa yang dikenal sebagai fluid intelligence, yaitu kecerdasan yang meliputi kemampuan analisis dan penalaran. CFIT skala 3 banyak digunakan saat ini, misalnya untuk melihat tingkat kecerdasan individu atau testee.

  1. Input

Terdiri dari identitas testee berupa nama, usia, jenis kelamin, tanggal lahir, dan alamat email. Syarat yang harus dipenuhi pada tes ini ialah testee berusia 13 tahun keatas.

  1. Proses

Administrasi CFIT; kertas, pensil. Jumlah soal 50 (nonverbal) gambar, format pilihan ganda, terdiri dari dari 4 macam subtest; subtest 1 ─ series terdiri dari 13 soal dan waktu pengerjaan 3 menit, subtest 2 ─ classification terdiri dari 14 soal dan waktu pengerjaan 4 menit, subtest 3 ─ matrices terdiri dari 13 soal dan waktu pengerjaan 3 menit, subtest 4 ─ condition terdiri dari 10 soal dan waktu pengerjaan 2,5 menit.

Subtest 1 ─ Series

  • Testee diminta untuk melanjutkan pola yang sudah ada dan memilih 1 dari 6 pilihan pola yang ada.

Subtest 2 ─ Classification

  • Testee diminta untuk memilih 2 dari 5 pilihan gambar dengan pola ataupun karakteristik yang sama atau yang memiliki kemiripan.

Subtest 3 ─ Matrices

  • Testee diminta untuk memilih 1 dari 5 pilihan jawaban yang mampu melengkapi gambar utama yang tersedia. Subtest ini memiliki cara kerja yang mirip dengan APM, SPM, dan CPM.

Subtest 4 ─ Condition

  • Testee diminta untuk memilih 1 dari 5 jawaban dimana jawaban tersebut memiliki kondisi, tekstur ataupun situasi yang sama seperti pada soal yang tersaji.

Skoring pada test CFIT ini dilakukan dengan melihat jawaban yang sudah dikerjakan olehtestee, kemudian hitung total jawaban benar yang dimiliki oleh testee setelah melaksanakantest. Jawaban benar di beri skor 1, jawaban salah di beri skor 0. Untuk subtest 2, skor 1 hanya diberikan apabila testee menjawab kedua pilihan dengan benar (tidak ada skor 0,5). Total jawaban benar disebut RS (Raw Score) yang harus dirubah atau dikonversi ke dalamScaled Score. Lalu skor dipasangkan dengan norma yang sudah baku (klasifikasi IQ) untuk melihat tingkat kecerdasan dari testee.

  1. Output

        Total jawaban benar dan Klasifikasi IQ dikirim kepada subjek melalui Email.

 

 
Bagan Model Sistem Informasi Psikologi Manual

download1

 Sistem Informasi Psikologi berbasis Komputer

Fix

Iklan

Januari 4, 2018 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (SIP)

Dari keseluruhan uraian mengenai sistem, Informasi, dan psikologi di atas, maka dapat kita coba tarik kesimpulan bahwa definisi “Sistem Informasi Psikologi” adalah suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian. Contoh nyata dari pengaplikasian SIP dalam kehidupan adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).

Komponen sistem informasi:

Karakteristik sistem, yaitu :

  1. Komponen sistem (component)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang saling bekerja sama membentuk suatu komponen sistem atau bagian-bagian dari sistem.

2. Batasan Sistem (boundaries)

Merupakan daerah yang membatasi suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan kerjanya.

3. Subsistem

Bagian-bagian dari sistem yang beraktivitas dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dengan sasarannya masing-masing.

4. Lingkungan Luar Sistem (environment)

Suatu sistem yang ada di luar dari batas sistem yang dipengaruhi oleh operasi sistem.

5. Penghubung Sistem (interface)

Media penghubung antar suatu subsistem dengan subsistem lain.

6. Masukan Sistem (input)

Energi yang masuk ke dalam sistem berupa perawatan dan sinyal

7. Keluaran Sistem (output)

Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

8. Pengolahan Sistem (process)

Suatu sistem dapat memilikisuatu bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

9. Sasaran Sistem (object)

Tujuan yang ingin dicapai oleh sistem, akan dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan.

 

Sumber :

Marimin, Tanjung & Prabowo. 2006. Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia. Bogor : Grasindo.

Sarosa, Samiaji. Sistem Informasi Akutansi. Grasindo

Kusrini & Koniyo, Andri. 2007. Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akutansi denganVisual Basic & Microsoft SQL Server. Yogyakarta : C.V. Andi Offset.

 

 

Januari 4, 2018 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Sistem Informasi Psikologi

 

 

  1. PENGERTIAN SISTEM
  • Menurut Gaol (2008) sistem adalah hubungan satu unit dengan unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Selain itu, menurut Jogiyanto (2005) sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
  • Sedangkan menurut Poerwadarminta (2003) sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berupa alat dan lain sebagainya, yang bekerja sama untuk melaksanakan tujuan tertentu.

Berdasarkan pengertian beberapa tokoh tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang menyatu secara kompleks dan rapi untuk melakukan kegiatan guna mencapai tujuan tertentu.

 

  1. PENGERTIAN INFORMASI
  • Menurut Jogiyanto (2005) informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang berguna untuk para pengambil keputusan.
  • Menurut Alamsyah (2005) informasi adalah data yang telah diolah dengan cara tertentu sesuai dengan bentuk yang diperlukan.
  • Selain itu, menurut Bodnar & Hopwood (2000) informasi merupakan data yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat dan benar.
  • Begitu pula menurut Sutabri (2012) informasi adalah data yang diolah dan diinterpretasikan untuk mengambil sebuah keputusan.

Berdasarkan pengertian menurut tokoh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa informasi adalah hasil pengolahan data yang diolah dengan cara tertentu lalu diinterpretasikan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan.

 

 

 

  1. PENGERTIAN PSIKOLOGI

 

  • Menurut Muhibbinsyah (2001) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
  • Clifford T. Morgan (dalam Sarwono, 2009) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.
  • Sedangkan Gardner Murphy (dalam Sarwono, 2009) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku terbuka dan tertutup manusia baik secara individu maupun kelompok.

 

  1. SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Berdasarkan pengertian istilah-istilah diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat kombinasi dari manusia dan teknologi yang dimaksudkan mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.

 

Elemen dan Karakter Sistem

 

Ada beberapa elemen yang membentuk suatu sistem, yaitu tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme, pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen – elemen yang membentuk sebuah sistem :

  1. Tujuan:

Setiap sistem memiliki tujuan,  entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali.

 

 

  1. Masukan

Masukan atau input sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal – hal yang berwujud maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah sedangkan yang tidak berwujud contohnya adalah informasi.

  1. Proses

Merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai

4.Keluaran

Keluaran atau output merupakan hasil dari pemprosesan. Pada sistem informasi keluaran bisa merupakan informasi, saran, cetakan laporan dan lain-lain.

  1. Batas

Batas sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem. Batas sistem mempengaruhi konfigurasi, ruang lingkup atau kemampuan sistem.

  1. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik

Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

  1. Lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup system

 

 

 

 

 

Suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat – sifat yang tertentu, yaitu

  1. Komponen

Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan komponen dapat terdiri dari beberapa subsistem atau sub bagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki fungsi khusus.

  1. Batas sistem

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut

  1. Lingkungan luar sistem

Apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar dapat bersifat menguntungkan dan merugikan. Lingkungan yang menguntungkan harus tetap dijaga dan dipelihara, sebaliknya lingkungan yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak ingin terganggu kelangsungan hidup sistem

  1. Penghubung

Merupakan media penghubung antar subsistem yang memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran atau output dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung.

  1. Masukan

Energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yang dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal. Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi, sedangkan masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran.

  1. Keluaran sistem

Hasil dari energi yang diolah dan diklarifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat berupa masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. Misalnya, untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan sisa hasil pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

  1. Pengolahan sistem

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukkan enjadi keluarn. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran

  1. Sasaran sistem

Suatu sistem dapat mempunyai tujuan atau sasaran. Jika suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

Pada prinsipnya, setiap sistem selalu memiliki 4 elemen :

  • Objek : dapat berupa bagian, elemen, ataupun variabel.
  • Atribut : menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya
  • Hubungan internal : berada diantara objek – objeknya
  • Lingkungan : tempat dimana sistem berada.

            Berikut syarat – syarat sistem :

  • Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan suatu masalah
  • Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan ada hubungan diantara elemen sistem
  • Unsur dasar dari arus informasi, energi dan material harus lebih penting daripada elemen sistem
  • Tujuan organisasi lebih penting dari tujuan elemen.

 

 

Sumber :

Alamsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Bodnar, G. H., & Hopwood, W. S. (2000). Sistem informasi akutansi, terjemahan Amir Abadi Jusuf, Rudi M. Tambunan. Jakarta : Salemba Empat

Gaol, J.L. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta : PT Gramedia

Jogiyanto. (2005). Analisis dan desain sistem informasi.Yogyakarta : Penerbit Andi

Muhibbinsyah. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Poerwadarminta, W.J.S. (2003). Kamus umum bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Sarwono, S. W. (2009). Pengantar psikologi umum. Jakarta : Rajawali Pers

Sutabri, T. (2012). Analisis sistem informasi. Yogyakarta : Penerbit Andi

Oktober 8, 2017 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

#SIP Pengertian Informasi dan Sistem Informasi Psikologi

Pengertian informasi dan sistem informasi psikologi

Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”. Definisi informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi juga dapat didefinisikan sebagai data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang.

Selain definisi tadi, beberapa ahli juga mendefinisikan istilah informasi sebagai berikut:

  1. Abdul Kadir

Informasi merupakan data yang telah proses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan orang yang menggunakan data tersebut.

2. Tata Sutabri

Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterprestasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

3. Jogiyanto HM

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

Dari seluruh definisi informasi di atas, dapat disimpulkan bahwainformasi adalah kumpulan data yang telah diolahsedemikain rupa menjadi bentuk yang lebih berguna dan dapat dipahami bagi penerimanya sehingga dapat menambah atau meningkatkan pengetahuan.

SISTEM

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) yang dapat diartikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara.

Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

Selain definisi di atas, beberapa ahli juga mencoba mendefinisiskan sistem. Berikut definisis sistem menurut para ahli:

  1. James Havery

Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

2. John Mc Manama

Menurutnya sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien.

3. W. Churchman.

Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.

PSIKOLOGI

Psikologi berasal dari perkataan Yunani yaitu “psyche” yang artinya jiwa, dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologis (arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya. Dengan singkat di sebut ilmu jiwa.

Beberapa ahli juga mendifinisikan psikologi sebagai berikut:

  1. Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.

2. Dakir

Psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.

3. Muhibbin Syah

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Dari seluruh definisi psikologi di atas, dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan hewan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat secara langsung yang berguna sebagai suatu usaha untuk memahami proses mental.

SISTEM INFORMASI

  1. John F. Nash

Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.

2. Rommey

Sistem Informasi adalah cara-cara yang diorganisasi untuk mengumpulakn, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, untuk mengumpulakn, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (SIP)

Dari keseluruhan uraian mengenai sistem, Informasi, dan psikologi di atas, maka dapat kita coba tarik kesimpulan bahwa definisi “Sistem Informasi Psikologi” adalah suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian. Contoh nyata dari pengaplikasian SIP dalam kehidupan adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).

Komponen sistem informasi:

Karakteristik sistem, yaitu :

  1. Komponen sistem (component)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang saling bekerja sama membentuk suatu komponen sistem atau bagian-bagian dari sistem.

2. Batasan Sistem (boundaries)

Merupakan daerah yang membatasi suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan kerjanya.

3. Subsistem

Bagian-bagian dari sistem yang beraktivitas dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dengan sasarannya masing-masing.

4. Lingkungan Luar Sistem (environment)

Suatu sistem yang ada di luar dari batas sistem yang dipengaruhi oleh operasi sistem.

5. Penghubung Sistem (interface)

Media penghubung antar suatu subsistem dengan subsistem lain.

6. Masukan Sistem (input)

Energi yang masuk ke dalam sistem berupa perawatan dan sinyal

7. Keluaran Sistem (output)

Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

8. Pengolahan Sistem (process)

Suatu sistem dapat memilikisuatu bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

9. Sasaran Sistem (object)

Tujuan yang ingin dicapai oleh sistem, akan dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan.

Sumber:

Ahmadi, H. Abu. (2009). Psikologi umum (edisi revisi 2009). Jakarta: RINEKA CIPTA

Basuki, A. M. Heru. (2008). Psikologi umum. Depok: Universitas Gunadarma

Maryono & Istiana Patmi. 2006. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Yudhistira.http://books.google.co.id/

Sukardi & Sutarni, Sri. 2008. Bahasa Indonesia 3  SMA kelas  XII. Quadra.http://books.google.co.id/

Marimin, Tanjung & Prabowo. 2006. Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia. Bogor : Grasindo.

Sarosa, Samiaji. Sistem Informasi Akutansi. Grasindo

Kusrini & Koniyo, Andri. 2007. Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akutansi denganVisual Basic & Microsoft SQL Server. Yogyakarta : C.V. Andi Offset.

Oktober 23, 2015 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Komunikasi Dalam Manajemen

A. Definisi Komunikasi
Komunikasi diartikan sebagai proses pemindahan dalam gagasan atau informasi seseorang ke orang lain. Komunikasi mempunyai pengertian tidak hanya berupa kata –kata yang disampaikan seseorang tapi mempunyai pengertian yang lebih luas seperti ekspresi wajah , intonasi dan sebagainya. Komunikasi dapat menghubungkan antara bagian yang berbeda atau disebut rantai pertukaran informasi. Hal ini mengandung unsur-unsur ;
1.      Sesbagai kegiatan untuk seseorang mengerti
2.      Sebagai sarana pengendalian informasi
3.      Sebagai sistem bagi terjalinnya komunikasi diantara individu-individu
Komunikasi yang efektif adalah penting bagi manajer karena sebagai proses dimana fungsi manajemen seperti fungsi peremcanaan , fungsi pengorganisasian , fungsi kepemimpinan dan fungsi pengendalian sebagian besar dari waktunya. Proses komunikasi memungkinkan para manajer menjalankan tanggung jawabnya dan informasi harus dikomunikasikan kepada manajer sebagai dasar pembuatan keputusan dalam pembuatan fungsi-fungsi manajemen baik secara tertulis maupun lisan.
Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu: Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
Komunikasi adalah alat yang utama untuk mempengaruhi perubahan perilaku. Kita dapat memisah-misahkan paling tidak empat dimensi yang bebas dari proses komunikasi ; isi , suara , ciri-ciri jaringan dan arah. Komunikasi satu arah mempunyai beberapa keuntungan dalam kecepatannya yang melebihi komunikasi dua arah. Komunikasi satu arah juga mempunyai keuntungan-keuntungan lain yaitu melindungi si pengirim dari pengenalan terhadap kesalahan-kesalahan sendiri dan juga melindunginya dari beberapa masalah yang semakin kompleks di dalam memimpin. Komunikasi dua arah mempunyai keuntungan-keuntungan karena lebih teliti dan lebih banyak meyakinkan perasaan si penerima. Tetapi komunikasi dua arah juga lebih memerlukan perencanaan dari si pengirim tentang hal-hal yang menyangkut pesanan yang ingin disampaikan dan menimbulkan serangkaian masalah yang baru dalam kepemimpinan.
 
Menurut Koontz & Weichrich , kita memerlukan komunikasi untuk :
·         Menyatakan dan menyebarkan tujuan perusahaan
·         Mengembangkan perencanaan agar tujuan tercapai
·         Menata sumber daya manusia dan berbagai sumber daya lainnya dengan cara yang paling efektif dan efisien
·         Untuk memilih , mengembangkan dan menilai anggota organisasi
·         Untuk memimpin , mengarahkan dan menciptakan sebuah iklim dimana karyawan ingin berkontribusi
·         Mengawasi dan menjaga kinerja yang ada
 
B.     Proses Komunikasi
Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi, banyak melalui perkembangan. Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut :
1.      Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
2.      Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
3.      Media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan.
4.      Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
5.      Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
a.       Penginterprestasian, hal yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan motif komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.
b.      Penyandian, pada tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebut encoding, akal budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat penyandi: mengubah pesan abstrak menjadi konkret.
c.       Pengiriman, proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter, alat pengirim pesan.
d.      Perjalanan, pada tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.
e.       Penerimaan, pada tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan.
f.       Penyandian Balik, pada tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya berhasil menguraikannya (decoding).
g.      Penginterpretasian, pada ahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komunikasi berhasil diurai kan dalam bentuk pesan.
 
C.     Hambatan Komunikasi
Di dalam komunikasi selalu ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi. Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver.
Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu adalah (1992,p.10-11) :
1.      Status effect
        Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.
2.      Semantic Problems
        Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain.
3.      Perceptual distorsion
        Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.
4.      Cultural Differences
        Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.
5.      Physical Distractions
        Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.
6.      Poor choice of communication channels
        Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.
7.      No Feed back
        Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.
 
D.  Definisi Komunikasi Interpersonal Efektif
 
Komunikasi interpersonal, secara ringkas yaitu berkomunikasi di antara dua orang atau lebih yang saling timbal balik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994), yang dimaksud dengan komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
 
Sumber:
Nasional, D. P. (1994). Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
 
Menurut Kamus Psikologi (dalam Rakhmat, 2001), komunikasi didefinisikan segala penyampaian energi, gelombang suara dan tanda di antara tempat sebagai proses penyampaian suatu pesan dalam bentuk lambang bermakna sebagai paduan pikiran dan perasaan berupa ide, informasi, kepercayaan, harapan, imbauan, dan sebagainya, yang dilakukan seseorang kepada orang lain, baik langsung secara tatap muka maupun tidak langsung melalui media dengan tujuan mengubah sikap, pandangan atau perilaku.
 
Sumber:
Rakhmat, J. (2001). Psikologi komunikasi. Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
 
Komunikasi interpersonal adalah suatu pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang dengan beberapa umpan balik seketika. Komunikasi ini dianggap efektif dalam hal upaya untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang karena sifatnya dialogis, berlangsung secara tatap muka (face to face) dan menunjukkan suatu interaksi sehigga terjadi kontak pribadi atau personal contact(Effendy, 2002).
 
Sumber:
Effendy, Onong, Uchjana. (2002). Dinamika komunikasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
 
Menurut De Vito (dalam Sendjaja, 2004) karakteristik–karakteristik efektivitas komunikasi interpersonal terbagi 2 (dua) perspektif, yaitu :
1.    Perspektif humanistik, meliputi sifat–sifat yaitu:
a.    Keterbukaan
Sifat keterbukaan tentang komunikasi interpersonal yaitu:
1)   Bahwa kita harus terbuka pada orang–orang yang berinteraksi. Hal ini tidak berarti bahwa serta merta menceritakan semua latar belakang kehidupan, namun yang paling penting adakemauan untuk membuka diri pada masalah–masalah umum. Di sini orang lain akanmengetahui pendapat, pikiran dan gagasan kita, sehingga komunikasi akan mudah dilakukan.
2)   Keterbukaan menunjukkan pada kemauan diri untuk memberikan tanggapan terhadap orang lain dengan jujur dan terus terang tentang segala sesuatu yang dikatakannya. Demikian pula sebaliknya, orang lain memberikan tanggapan secara jujur dan terbuka tentang segala sesuatu yang dikatakan. Di sini keterbukaan diperlukan dengan cara memberi tanggapan secara spontan dan tanpa dalih terhadap komunikasi dan umpan balik orang lain. Tentunya, hal ini tidak dapat dengan mudah dilakukan dan dapat menimbulkan kesalahpahaman orang lain, seperti marah atau tersinggung.
 
b.    Empati
Empati adalah kemampuan seseorang untuk menempatkan dirinya pada peranan atau posisi orang lain. dalam arti bahwa seseorang secara emosional maupun intelektual mampu memahami apa yang dirasakan dan dialami orang lain. Dengan empati seseorang berusaha melihat dan merasakan seperti yang dilihat dan dirasakan orang lain.
 
c.    Perilaku Suportif
Komunikasi interpersonal akan efektif bila dalam diri seseorang ada perilaku suportif. Artinya, seseorang dalam menghadapi suatu masalah tidak bersikap bertahan (defensif). Keterbukaan dan empati tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak suportif, yakni: deskriptif, spontanitas dan provisionalisme. Sebaliknya dalam perilaku defensif ditandai dengan sifat–sifat: evaluasi, strategi dan kepastian.
1)   Deskriptif
Suasana yang deskriptif akan menimbulkan sikap suportif dibandingkan dengan evaluatif. Artinya, orang yang memiliki sifat ini lebih banyakmeminta informasi atau deskripsi tentang suatu hal. Dalam suasana seperti ini, biasanya orang tidak merasa dihina atau ditantang, tetapi merasa dihargai.
 
2)   Spontanitas
Orang yang spontan dalam komunikasi adalah orang terbuka dan terus terang tentang apa yang dipikirkannya. Biasanya orang seperti itu akan ditanggapi dengan cara yang sama, terbuka dan terus terang.
3)   Provisionalisme
Seseorang yang memiliki sifat ini adalah memiliki sikap berpikir, terbuka, ada kemauan untuk mendengar pandangan yang berbeda dan bersedia menerima pendapat orang lain, bila memang pendapatnya keliru.
 
d.   Perilaku Positif
Komunikasi interpersonal akan efektif bila memiliki perilaku positif. Sikap positif dalam komunikasi interpersonal menunjuk paling tidak pada dua aspek, yaitu:
1)   Komunikasi interpersonal akan berkembang bila ada pandangan positif terhadap diri sendiri.
2)   Mempunyai perasaan positif terhadap orang lain dan berbagai situasi komunikasi.
 
e.    Kesamaan
Kesamaan dalam komunikasi interpersonal ini mencakup dua hal yaitu:
1)   Kesamaan bidang pengalaman di antara para pelaku komunikasi. Artinya, komunikasi interpersonal umumnya akan lebih efektif bila para pelakunya mempunyai nilai, sikap, perilaku dan pengalaman yang sama. Hal ini tidak berarti bahwa ketidaksamaan tidaklah komunikatif.
2)   Kesamaan dalam percakapan di antara para pelaku komunikasi, memberi pengertian bahwa dalam komunikasi interpersonal harus ada kesamaan dalam hal mengirim dan menerima pesan.
 
2.    Perspektif pragmatis, meliputi sifat–sifat yaitu:
 
a.    Bersikap Yakin
Komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila seseorang mempunyai keyakinan diri. Dalam arti bahwa seorang tidak merasa malu, gugup atau gelisah menghadapi orang lain. dalam berbagai situasi komunikasi, orang yang mempunyai sifat semacam ini akan bersikap luwes dan tenang, baik secara verbal maupun non verbal.
 
b.    Kebersamaan
Seseorang bisa meningkatkan efektivitas komunikasi interpersonal dengan orang lain bila ia bisa membawa rasa kebersamaan. Orang yang memiliki sifat ini, bila berkomunikasi dengan orang lain akan memperhatikannya dan merasakan kepentingan orang lain.
 
c.    Manajemen Interaksi
Seseorang yang menginginkan komunikasi yang efektif akan mengontrol dan menjaga interaksi agar dapat memuaskan kedua belah pihak, sehingga tidak seorang pun merasa diabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan mengatur isi, kelancaran dan arah pembicaraan secara konsisten. Dan biasanya, dalam berkomunikasi orang yang memiliki sifat semacam ini akan menggunakan pesan–pesan verbal dan non verbal secara konsisten pula.
 
d.   Perilaku Ekspresif
Perilaku ekspresif memperlihatkan keterlibatan seseorang secara sungguh–sungguh dalam berinteraksi dengan orang lain. Perilaku ekspresif ini hampir sama dengan keterbukaan, mengekspresikan tanggung jawab terhadap perasaan dan pikiran seseorang, terbuka pada orang lain dan memberikan umpan balik yang relevan.
Orang yang berperilaku ekspresif akan menggunakan berbagai variasi pesan baik secara verbal maupun non verbal, untuk menyampaikan keterlibatan dan perhatiannya pada apa yang sedang dibicarakan.
 
e.    Orientasi pada Orang Lain
Untuk mencapai efektivitas komunikasi, seseorang harus memiliki sifat yang berorientasi pada orang lain. Artinya adalah kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan orang lain selama berkomunikasi interpersonal. Tentunya, dalam hal ini seseorang harus mampu melihat perhatian dan kepentingan orang lain. selain itu, orang yang memiliki sifat ini harus mampu merasakan situasi dan interaksi dari sudut pandang orang lain serta menghargai perbedaan orang lain dalam menjelaskan suatu hal.
 
Sumber:
Sendjaja, D. S. (2004). Pengantar ilmu komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka.
 
E. Komunikasi Interpersonal efektif dalam Organisasi yang mencakup Componential dan Situational

  Komunikasi dalam organisasi atau perusahaan dapat menentukan efektif atau tidaknya dalam suatu penyampaian pesan atau perintah antar anggota organisasi, baik antara atasan dengan bawahan (downward communication), bawahan dengan atasan (upward communication), maupun antar anggota yang jabatannya setaraf (lateral communication). Secara sederhana, komunikasi adalah proses penyampaian atau transfer dan pemahaman suatu pengertian (meaning). Jadi dalam berkomunikasi, kita harus efektif menyampaikan pesan yang ada pada kita kepada orang lain. Adapun berkomunikasi secara langsung dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain. Karena dapat mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung.
  Proses berkomunikasi dimulai dari adanya pesan yang akan disampaikan oleh pengirim, kemudian ditransfer melalui suatu channel (saluran), kemudian diterima oleh penerima. Adapun komunikasi interpersonal efektif dalam suatu organisasi mencakup dua bagian yaitu componential dan situational.
1. Componential
   Menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
2. Situasional
  Interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung disekitarnya.

 

\

Sumber :

Januari 20, 2014 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

KASUS PENURUNAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

 Pada zaman sekarang ini perekonomian yang semakin mahal dan harga kebutuhan pokok semakin meningkat. Banyak sekali muncul di media masa tentang maraknya para pedagang yang manjual barang dagangannya secara tidak halal dengan cara memalsukannya. Contohnya saja : Penjualan alat kosmetik.

Hampir seluruh wanita yang telah remaja sampai yang sudah tuapun masih menggunakan kosmetik untuk tampil cantik. Namun di Indonesia sekarang ini banyak sekali para pedagang yang memalsukan kosmetik tersebut, agar ia mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Pada waktu saya sedang mengantarkan kakak saya membeli sebuah produk kosmetik di pasar tradisional. Tanpa melihat secara detail kosmetik tersebut kakak saya langsung membelinya, tetapi ternyata kosmetik tersebut palsu. Kosmetik palsu sangat berbahaya bagi kulit jika digunakan. Perilaku seorang pedagang seperti sangat merugikan konsumen dan seharusnya pemerintah dapat menindak lanjuti kasus seperti ini.

Kasus ini merupakan kurangnya pengawasan (controlling) pemerintah terhadap produk-produk dalam negeri, sehingga dapat sangat merugikan konsumen.

Oktober 31, 2013 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Organisasi Struktur Manajemen

  1. A.  PENGORGANISASIAN STRUKTUR MANAJEMEN

 

     I.        Definisi Pengorganisasian

Pengertian Pengorganisasian adalah suatu proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupinya.

 

   II.        DEFINISI STRUKTUR ORGANISASI

Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun, sedangkan Organisasi adalah suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan. Jadi, Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa, jadi ada satu pertanggung jawaban apa yang akan di kerjakan.

 

  III.        Pengorganisasian Sebagai Fungsi Manajemen

Pengorganisasian sebagai fungsi manajemen antara lain yaitu :

  1. Mengatur orang – orang
  2. Mengatur kegiatan dalam perusahaan
  3. Mengadakan pembagian kerja
  4. Menempatkan orang – orang dalam departemen
  5. Menetapkan batasan – batasan wewenang

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B.  ACTUATING MANAJEMEN

 

     I.        Definisi Actuating

Menurut George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut. Pengertian Actuating secara bahasa adalah pengarahan atau dengan kata lain pergerakan pelaksanaan, sedang pengertian secara istilah actuating (pengarahan) adalah mengarahkan semua personal agar mau bekerja sama dan bekerja efektif dalam mencapai tujuan suatu organisasi. Fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi.

 

   II.        Pentingnya Actuating

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika :

  1. Merasa yakin akan mampu mengerjakan
  2. Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya
  3. Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting, atau mendesak
  4. Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan
  5. Hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.

 

  III.        Prinsip Actuating

Menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating antara lain :

  1. Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
  2. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
  3. Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
  4. Menghargai hasil yang baik dan sempurna
  5. Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
  6. Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
  7. Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya

 

  1. C.  MENGENDALIKAN FUNGSI MANAJEMEN

 

     I.        Definisi Mengendalikan (Controlling)

Pengendalian sebagai sebuah fungsi dari manajemen telah mengalami perkembangan definisi dari masa ke masa, yang cukup popular adalah pendapat Usury dan Hammer (1994:5) yang berpendapat bahwa :

“Controlling is management’s systematic efforts to achieve objectives bycomparing performances to plan and taking appropriate action to correct important differences” yang artinya pengendalian adalah sebuah usahasistematik dari manajemen untuk mencapai tujuan dengan membandingkankinerja dengan rencana awal kemudian melakukan langkah perbaikan terhadap perbedaan-perbedaan penting dari keduanya. Namun secara sederhana pengendalian dapat diartikan sebagai proses penyesuaian pergerakan organisasi dengan tujuannya.

 

   II.        Langkah-langkah Dalam Kontrol

Langkah-langkah kontrol di dalam fungsi manajemen adalah :

  1. penetapan standar pelaksanaan
  2. penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
  3. pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata
  4. pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan
  5. pengambilan tindakan koreksi, bila diperlukan

 

  III.        Tipe-tipe kontrol

Donnelly (dalam Zuhad, 1996:302) mengelompokkan pengawasan (kontrol) menjadi 3 Tipe pengawasan yaitu :

  1. Pengawasan Pendahuluan (preliminary control). Pengawasan yang terjadi sebelum kerja dilakukan. Pengawasan Pendahuluan menghilangkan penyimpangan penting pada kerja yang diinginkan yang dihasilkan sebelum penyimpangan tersebut terjadi. Pengawasan Pendahuluan mencakup semua upaya manajerial guna memperbesar kemungkinan bahwa hasil-hasil aktual akan berdekatan hasilnya dibandingkan dengan hasil-hasil yang direncanakan.
  2. Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control). Pengawasan yang terjadi ketika pekerjaan dilaksanakan. Memonitor pekerjaan yang berlangsung guna memastikan bahwa sasaran-sasaran telah dicapai. Concurrent control terutama terdiri dari tindakan-tindakan para supervisor yang mengarahkan pekerjaan para bawahan mereka.
  3. Pengawasan Feed Back (feed back control). Pengawasan Feed Back yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksakan, guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan standar.

 

 IV.        Kontrol Proses Manajemen

Kontrol sebagai fungsi manajemen melibatkan langkah-langkah berikut :

  1. Menetapkan standar. Standar kriteria terhadap hasilnya diukur. Mereka adalah norma untuk mencapai tujuan. Standar biasanya diukur dalam hal output. Mereka juga dapat diukur dalam istilah non-moneter seperti loyalitas, daya tarik pelanggan, goodwill dll.
  2. Mengukur kinerja. Pengukuran melibatkan perbandingan antara apa yang dicapai dan apa yang dimaksudkan untuk dicapai. Pengukuran kinerja aktual harus dalam unit yang sama dengan kriteria yang telah ditentukan. Unit atau tolak ukur tersebut sehingga dipilih menjadi jelas, didefinisikan dengan baik dan mudah diidentifikasi, dan harus seragam dan homogen selama proses pengukuran.
  3. Membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang diharapkan. Ini adalah prinsip aktif dari proses. Dua sebelumnya, penetapan tujuan dan format pengukuran adalah bagian dari proses persiapan. Ini adalah tanggung jawab manajemen untuk membandingkan kinerja aktual terhadap standar yang ditetapkan. Perbandingan ini kurang menyulitkan jika unit pengukuran untuk set standar dan kinerja yang diukur adalah sama dan diukur. Perbandingan menjadi lebih sulit ketika ini membutuhkan evaluasi subjektif.
  4. Mengoreksi Penyimpangan. Elemen terakhir dalam proses adalah mengambil tindakan korektif. Mengukur dan membandingkan kinerja, mendeteksi kelemahan, kegagalan atau penyimpangan, dari rencana akan sia-sia jika tidak mengarah ke tindakan korektif yang diperlukan.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://berita-i.blogspot.com/2013/06/definisi-pengorganisasian-pengertian.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_organisasi

http://rynaldi-dwitama.blogspot.com/2012/05/pengertian-struktur-organisasi.html

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2013/01/teori-pengorganisasian-dalam-fungsi.html

http://machdans-manajemen.blogspot.com/2011/06/actuating.html

http://makalahcyber.blogspot.com/2012/04/penggerakan-actuating.html

http://arenamateribelajar.blogspot.com/2012/11/fungsi-manajemen-pengendalian.html

http://www.preservearticles.com/2012051932638/4-main-steps-in-control-process-in-management.html

Oktober 31, 2013 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

TULISAN II PENJUALANAN MOTOR KLASIK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENJALANKAN PERDAGANGAN ELEKTRONIK (E-COMMERCE)

Perdagangan elektronik yang biasa disebut e-commerce adalah penggunaan jaringan komunikasi dan computer untuk melaksanakan proses bisnis. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.

Banyak sekali pada zaman sekarang bisnis dilakukan secara online atau menggunakan media elektronik. Pada kasus ini, saya akan membahas tentang bisnis Kakak saya pada penjualan motornya. Sudah kurang lebih 2 tahun kakak saya membuka sebuah toko spare part motor dan menjual motor klasik dirumah dan dijual secara online dengan sistem penjualan via telephone dan COD. Kakak saya memasarkan produk penjualan dengan cara menawarkan via jejaring sosial komputer kaskus, toko bagus, dan berniaga selain itu kakak saya juga membuat browser web. Apabila konsumen sudah sepakat ingin membeli produk dengan kakak saya, lalu konsumen menghubungi via telephone dan melakukan transaksi dengan cara COD. Alhamdulillah bisnis kakak saya maju dan banyak sekali pelanggan yang sudah berlangganan dengan kakak saya, tentunya bagi pelanggan yang sudah berlangganan dengan kakak dan membeli barang cukup banyak akan mendapatkan potongan harga spesial.

Melakukan penjualan secara e-commerce memang tidak mudah dan banyak kendalanya antara lain yaitu : Biaya yang tinggi, Kekhawatiran akan masalah keamanan, dan Piranti lunak yang belum mapan atau belum tersedia. Tetapi ada juga manfaat pada penjualan e-commerce yaitu : Perbaikan layanan pelanggan sebelum, selama, dan setelah penjualan, Perbaikan hubungan dengan pemasok dan komunitas keuangan, dan Peningkatan imbal hasil eknomis atas pemegang saham dan investasi pemilik.

Sumber atau Referensi :

Raymond McLeodJr.George P.Schell (Edisi 10). “Sistem Informasi Manajemen”. Salemba Empat: 59-84.

http://akuntansibubung.wordpress.com/2012/04/02/menggunakan-teknologi-informasi-dalam-menjalankan-perdagangan-elektronik-e-commerce-sistem-informasi-manajemen/

Oktober 11, 2013 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

TULISAN I “CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA KASUS PELAYANAN RUMAH SAKIT”

Customer relationship management (CRM) merupakan hubungan antara perusahaan dengan pelanggan sehingga baik pelanggan atau perusahaannya akan menerima nilai maksimum dari hubungan ini. Strategi ini akan menyadari bahwa membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan adalah suatu strategi yang bagus, karena mempertahankan pelanggan yang sudah biasanya akan lebih murah daripada mendapatkan pelanggan yang baru. CRM pada rumah sakit sangat penting guna meningkatkan mutu pelayanan, agar para pasien puas terhadap pelayanan yang telah diberikan. Namun, belakangan ini banyak sekali keluhan para pasien terhadap pelayanan rumah sakit yang kurang memadai.

Kasus yang saya alami di salah satu rumah sakit daerah Jakarta Timur dan saya tidak ingin menyebutkan rumah sakitnya yaitu kasus terhadap pelayanan medis rumah sakit kurang memadai. Pada saat itu om saya sedang sakit jantung lalu pada malam hari keluarga membawanya ke rumah sakit tersebut, tetapi malah kekecewaan yang didapat. Pada saat di UGD rumah sakit itu om saya tidak mendapatkan penanganan dari dokter. Dokter tersebut hanya memberikan resep lalu menyuruh om saya pulang dan berkata “penyakit seperti ini mah dibawa kepoli jantung biasa saja bukan UGD” sedangkan om saya sakit jantung yang serius. Seharusnya sebagai dokter di rumah sakit memberikan pelayanan yang terbaik terhadap pasien, agar rumah sakit tersebut mendapatkan banyak pelanggan dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan.  Kualitas pelayanan tersebut dibentuk dengan beberapa indikator seperti pemahaman perawat terhadap pasien, kepercayaan pasien dalam pengobatan, staf administrasi dan penanganan cepat oleh staf administrasi. Jadi, semakin baik pelayanan yang dibangun rumah sakit maka kepuasan pasien akan semakin meningkat pula.

Apabila rumah sakit menerapkan customer relationship management (CRM) dengan baik, maka rumah sakit harus meningkatkan mutu pelayanan terhadap para pasien yaitu pelayanan medis maupun pelayanan fasilitas agar banyak pasien yang berlangganan di rumah sakit tersebut. Pada kasus ini sasaran untuk menjalankan strategi CRM harus mempertimbangkan situasi spesifik yang dihadapi rumah sakit dan juga kebutuhan dan harapan pasien. Rumah sakit harus secara efektif mengelola untuk perbaikan pelayanan agar mendapat nilai tambah terhadap pasien.

 

 

Sumber atau Referensi :

Raymond McLeodJr.George P.Schell (Edisi 10). “Sistem Informasi Manajemen”. Salemba Empat: 247-248.

http://titikurniati.wordpress.com/2011/01/06/etika-dan-etiket-pelayanan-di-rumah-sakit-dalam-meningkatkan-kualitas-pelayanan/

http://drihsangpi.wordpress.com/2013/04/17/37/

Oktober 11, 2013 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

TUGAS 1 PSIKOLOGI MANAJEMEN #

A.  MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN

 

1.   Definisi Manajemen

 

Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur”. Manajemen Adalah Manajemen dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang memiliki target dan tujuan dengan menggunakan perencanaan, pengarahan serta pengorganisasian dalam mencapai tujuan tersebut.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli :

Menurut Mary Parker Follet Manajemen Adalah sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut Ricky W. Griffin Manajemen Adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien.

Menurut Drs. Oey Liang Lee Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Prof. Eiji Ogawa Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.

 

2.   Jenis-jenis Manajemen

 

  • Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.
  • Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada    intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.
  • Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.
  • Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.
  • Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.
  • Manajemen Strategi secara sederhana manajemen dapat di artikan sebagai Perencanaan, Pengorganisasian, Pergerakan, Pengawasan dalam rangka pengambilan keputusan.

 

3.   Manfaat Manajemen

 

1.Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

2.    Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

3.Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.

 

4.   Pengertian Kepemimpinan

Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang sama “pimpin”. Kepemimpinan atau leadership adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Pada umumnya para pemimpin dalam setiap organisasi dapat diklasifikasikan menjadi lima type utama yaitu sebagai berikut :

  • Tipe pemimpin otokratis
  • Tipe pemimpin militeristik
  • Tipe pemimpin paternalistis
  • Tipe pemimpin karismatis
  • Tipe pemimpin demokratis

 

B.   PENETAPAN PERENCANAAN MANAJEMEN

 

1.   Pengertian Penetapan Perencanaan

Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.

 

2.   Manfaat Penetapan Perencanaan

Manfaat pada perencanaan adalah sebagai berikut :

1.    Mengarah pada tindakan yang bertujuan.

2.    Menghindari kesalahan atau risiko.

3.    Metode yang digunakan bisa lebih baik.

4.    Mempermudah aktivitas atau kebutuhan kita

5.    Sebagai dasar untuk pengendalian.

 

3.   Jenis-jenis Penetapan Perencanaan

Jenis-jenis perencanaan pada suatu organisasi :

1.  Perencanaan strategis. Perencanaan strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Perencanaan ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan yang dipilih.

2.    Perencanaan Taktis. perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi.

1.    Perencanaan Operasional. Perencanaan Operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi. Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan dicapai.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen

http://www.ilmumu.com/pengetahuan/pengertian-manajemen-dan-fungsi-manajemen/

http://d-p-y.blogspot.com/2013/05/jenis-jenis-manajemen.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan

http://ervinanto.blogspot.com/2013/05/pengertian-kepemimpinan.html

http://studimanajemen.blogspot.com/2012/09/manfaat-perencanaan.html

http://id.shvoong.com/business-management/management/2293395-jenis-jenis-perencanaan-dalamtingkatan-organisasi/

Oktober 9, 2013 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar